Image

lebah sembuhkan HIV aids | RUMAH SEHAT IBNU MALKAN


http://www.ibnumalkan.com/2014/03/sebah-sembuhkan-hiv-aids.html

penelitianya sudah jelas. ilmiah – alamiah – murah. mampu mengatasi dengan cepat vertigo, kolesterol, impotensi, ostoreoporosis, liver, magh akut, asam urat, daya ingat lemah, hepatitis, kanker, tumor, hiv aids melayani ju ga terapi bekam – sedot lintah- akupresur – akupuntur – refleksi – anmo – pijat capek – gurah mata – gurah hidung – ruqyah – reiki – yumeiho – ciropraktik – cek up kolesterol / asam urat / gula darah / hemoglobin / cek berat badan / tensi darah / palmistry / iridology / palpasi / cek lidah / cek wajah bb 3096f118

Penyembuhan penyakit hiv aids dengan terapi lebah

Dalam satu-dua bulan setelah HIV masuk ke dalam tubuh, 40-90 persen penderitanya mengalami sejumlah gejala umum yang disebut ARS (Acute Retroviral Syndrome). Namun terkadang, kata pakar kesehatan ichael Horberg, gejala itu tak tampak selama beberapa tahun, bahkan sepuluh tahun, setelah terinfeksi HIV. Berikut adalah enam belas gejala yang menunjukkan Anda mungkin telah terserang HIV
1.Demam
Salah satu gejala paling umum dari ARS adalah demam ringan, hingga 102 derajat Fahrenheit. Demam itu biasanya disertai kelelahan, pembengkakan kelenjar getah bening, dan sakit tenggorokan. Pada titik ini, virus bergerak masuk ke aliran darah dan mulai mereplikasi dalam jumlah besar.
2.Kelelahan
Gejala lain ARS adalah Anda mulai merasa
lelah akut dan lesu. Ini karena kekebalan tubuh Anda sudah mulai dikacaukan oleh HIV. Seorang penderita HIV bahkan bisa kehabisan nafas hanya karena berjalan.
3.Nyeri otot dan sendi
ARS kadang disalahartikan sebagai gejala flu, sifilis, atau hepatitis. Tak heran, karena gejalanya memang mirip, yakni nyeri pada persendia, otot, dan kelenjar getah bening yang kebanyakan berada di pangkal paha, ketik, dan leher.
4.Sakit tenggorokan dan sakit kepala
Sakit pada tenggorokan dan kepala disebut Horberg bisa jadi bagian dari gejala anda terserang HIV. Namun untuk membuktikan gejala ini sebagai tanda Anda terkena HIV, biasanya perlu dites laboratorium terlebih dulu.
5.Ruam pada kulit
Gejala ini bisa datang pada awal seseorang terinfeksi HIV. Namun pada beberapa kasus, tanda ini malah muncul belakangan. Ruam pada kulit muncul jika penderita yang tidak memiliki riwayat alergi. Bentuknya bisa berupa bisul, dan tanda gatal warna merah muda pada beberapa bagian tubuh.
6.Mual, muntah, dan diare
Sebanyak 30-60 persen penderita HIV mengalami gejala ini. Pengidap HIV biasanya mengalami diare terus-menerus, namun tidak demikian pada penderita yang kekebalan tubuhnya kuat sejak semula. 7.Berat badan menurun Jika Anda mulai kehilangan berat badan, itu adalah tanda sistem kekebalan tubuh Anda sudah terserang. Menurut pakar kesehatan, dr.Malvestutto, gejala umum penderita HIV adalah berat badan yang menurun signifikan meski sudah banyak makan.
8.Batuk kering
Jika batuk kering berlangsung selama satu tahun lebih dan makin parah, sedangkan obat batuk tidak bisa menyembuhkannya, patut diwaspadai Anda sudah terserang HIV.
9.Pneumonia
Batuk dan berat badan yang menurun adalah petanda infeksi serius yang tak akan menyerang jika kekebalan tubuh Anda dalam kondisi baik. Namun memang, menurut Malvestutto, efek infeksi pada setiap orang berbeda-beda.
10.Berkeringat saat malam
Separuh dari penderita HIV mengaku berkeringat saat malam hari. Gejala ini umumnya muncul pada tahap awal infeksi. Keringat berlebihan pada malam hari didapat penderita, meski tidak melakukan olahraga.
11.Perubahan pada kuku
Tanda anda terserang HIV adalah adanya perubahan pada kuku anda. Kuku biasanya mengalami penebalan dan melengkung. Bahkan pada beberapa penderita, kuku mereka berubah warna menjadi kehitaman, dengan garis coklat vertikal maupun horizontal di permukaannya.
12.Infeksi pada mulut
Malvestutto mengatakan, HIV bisa ditandai dengan infeksi pada sekitar mulut yang disebabkan oleh jamur. Infeksi itu membuat penderitanya susah menelan saat makan.
13.Susah konsentrasi
Masalah kognitif bisa jadi tanda Anda telah terjangkit HIV. Gejala ini biasanya muncul belakangan. Selain susah konsentrasi, penderita HIV biasanya jadi mudah marah dan tersinggung, ceroboh, susah berkoordinasi, dan mengalami kesulitan melakukan aktivitas yang berhubungan dengan syaraf motorik seperti
menulis.
14.Herpes
Herpes di mulut dan bagian genital bisa jadi tanda ARS dan stadium akgir infeksi HIV.
15.Kesemutan
HIV stadium akhir juga membuat penderitanya mengalami kesemutan dan mati rasa pada tangan dan kaki. Hal ini terjadi karena syaraf sudah benar-benar rusak.
16.Menstruasi tidak teratur
Pada perempuan penderita HIV, siklus menstruasi biasanya menjadi tidak teratur. Hal ini adalah ekses dari penurunan berat badan.
Penularan virus HIV lebih dominan lewat cairan darah,cairan kelamin,cairan asi.maka hindari hal-hal yang bisa menghubungkan penularan virus hiv tersebut semisal tranfusi darah,sex bebas dll.
Hingga saat ini medis mengatakan bahwa hiv belum ada obatnya tapi jangan menyerah kami terapi sengat lebah telah berhasil membantu menyembuhkan penyakit hiv bahkan Aids hingga sembuh normal karena bee venom dari lebah madu bisa membunuh virus hingga sel terkecil sekalipun. metode yang kami terapkan adalah kombinasi terapi lebah dengan ramuan herbal khusus yang mana kombinasi ini akan membuat kinerja obat menjadi berlipat ganda sehingga proses kesembuhan menjadi lebih cepat dan efektif.
Yang berminat hub tb. agus 085746950549
Advertisements
Image

Terapi Lintah Banyak Manfaatnya


www.ibnumalkan.comLintah seringkali membuat sebagian orang terkejut dan merasa geli saat melihatnya. Meski demikian, hewan ini dikenal memiliki beragam manfaat untuk kesehatan melalui terapi lintah.

Sebenarnya, terapi lintah diketahui sebelum masa kedokteran modern. Terapi ini untuk membantu mengatasi kelainan sistem saraf, masalah gigi dan kulit, serta infeksi. Terapi lintah kembali dikenal di dunia kedokteran pada tahun 1970-an, di mana digunakan pada tindakan bedah mikro dan beberapa jenis pengobatan lain. Lintah dipercaya dapat memicu aliran darah dalam pembuluh kapiler yang baru tersambung, setelah dilakukan operasi penyambungan organ atau rekonstruksi.

Namun, bukan sembarang lintah yang digunakan untuk terapi. Lintah yang digunakan untuk pengobatan adalah jenis spesies hirudo, yaitu hirudo medicinalis, hirudo orientalis, hirudo troctina atau hirudo verbana yang dikembangkan dalam lingkungan khusus. Gigitan lintah itu biasanya akan meninggalkan bekas berbentuk huruf Y, di mana nantinya akan sembuh tanpa bekas luka.

Berikut beberapa manfaat lain terapi lintah :

Mengencerkan darah dan mencegah penyumbatan.
Lintah yang khusus digunakan untuk pengobatan, umumnya mengeluarkan air liur yang mengandung lebih dari 60 jenis protein saat mengisap darah. Ini akan mengencerkan darah dan meningkatkan peredaran darah di daerah luka. Peptida dan protein yang dikeluarkan lintah juga sekaligus mencegah penyumbatan, sehingga dapat menghindari kematian jaringan.

Tindakan bedah plastik dan bedah mikro banyak yang memanfaatkan terapi lintah karena dua manfaat tersebut. Terapi lintah dapat menjaga peredaran darah ke lokasi luka untuk membantu proses pemulihan. Tindakan bedah yang menggunakan terapi lintah misalnya operasi melekatkan jari yang putus, dan operasi rekonstruksi hidung, bibir, telinga, atau kelopak mata.

Membantu penanganan gangguan sirkulasi dan penyakit kardiovaskular.
Terapi lintah yang diketahui sangat efektif meningkatkan peredaran darah sekaligus mencegah sumbatan, menjadikan lintah banyak dimanfaatkan untuk mengobati gangguan sirkulasi darah dan penyakit kardiovaskular. Selain itu, air liur lintah diduga memiliki efek anestesi, antiperadangan dan vasodilatasi, atau pelebaran pembuluh darah.

Air liur lintah kini banyak digunakan sebagai campuran obat tekanan darah tinggi, wasir, varises, dan gangguan kulit. Air liur lintah juga masih diteliti untuk kemungkinan pengobatan kanker dan pencegahan penyebaran kanker.

Menghindari komplikasi pada penderita diabetes.
Diabetes memiliki risiko komplikasi, termasuk gangguan pembuluh darah yang memungkinkan terhambatnya darah mengalir ke tangan, kaki, serta jari-jarinya. Hal ini dapat menyebabkan jaringan mati, yang merupakan salah satu alasan dilakukannya tindakan amputasi pada penderita diabetes.

Studi menunjukkan, terapi lintah dapat bermanfaat mencegah hal ini. Karena terapi lintah mampu memperbaiki sirkulasi darah sehingga aliran darah dapat mencapai lokasi jaringan, tanpa menimbulkan risiko sumbatan. Peneliti dalam studi terkini mengungkap, empat lintah pada tiap sesi terapi dapat menekan risiko amputasi.

Membantu mencegah proses penuaan.
Selain diyakini dapat membantu mempercepat proses penyembuhan setelah operasi plastik, terapi lintah juga dimanfaatkan sebagai proses perawatan antipenuaan dengan membersihkan darah. Hal tersebut yang kemudian dapat membuat seseorang merasa lebih segar.

Mempertimbangkan Risiko
Terapi lintah banyak dipilih karena relatif mudah dan risiko efek samping yang kecil. Meski demikian, terapi lintah juga memiliki risiko yang harus dipertimbangkan baik untuk terapi medis ataupun untuk prosedur kecantikan.

Yang pertama harus diperhatikan adalah jenis lintah yang digunakan. Walau dinamakan terapi lintah, namun yang digunakan bukanlah lintah liar yang ada di lingkungan bebas.

Adapula risiko perdarahan berkepanjangan setelah terapi lintah, serta kemungkinan reaksi alergi. Selain itu, terapi lintah juga memiliki risiko infeksi bakteri, ditambah dengan kemungkinan bakteri yang tidak mempan terhadap obat-obatan.

Seorang ahli bedah plastik menekankan, pentingnya konsultasi dengan dokter mengenai penggunaan terapi lintah, termasuk untuk prosedur kecantikan. Sebelum memanfaatkan terapi lintah, tanyakan pada dokter, informasi lebih lanjut mengenai efektivitas dan keamanannya.

Terapi lintah mungkin memiliki beragam manfaat, namun jangan terburu-buru melakukannya. Selalu konsultasikan dengan dokter dan pilih lokasi terapi yang direkomendasikan.